Kp. kebon Duren Jl. Ciliwung No. 61 RT 001 RW 001 Kel. Kalimulya Kec. Cilodong Kota Depok 16413 Jawa Barat - Indonesia product.support@polymedikal.com (021)-87911526 / 87917166
  • August 04, 2020

Menampik Isu Seputar Thermogun

Isu alat ukur suhu termometer inframerah atau yang kerap disebut thermogun dapat merusak otak sedang ramai diperbincangkan belakangan ini. Kabar itu menjadi viral lantaran pada masa pandemik virus corona (COVID-19) ini thermogun menjadi media penunjang penerapan protokol kesehatan, yakni untuk mengukur suhu tubuh sebelum beraktivitas. Thermogun adalah media penerapan protokol kesehatan COVID-19 untuk mendeteksi gejala demam. Sebagai tindakan antisipasi, pengunjung atau pegawai dengan temperatur di atas 37,5°C dilarang masuk dan akan diminta memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Alat ini bekerja menggunakan metode non-kontak, artinya, pengukuran suhu dilakukan tanpa menyentuh objek yang diukur. 

Ada dua jenis thermogun, yakni thermogun klinik dan industri. Thermogun klinik digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia, sedangkan thermogun industri untuk mengukur suhu benda yang sulit dijangkau tangan manusia, karena letaknya tinggi seperti trafo listrik atau benda yang berbahaya untuk didekati karena suhunya sangat tinggi, misalnya pada proses peleburan logam.

Pada dasarnya kedua termometer non kontak tersebut memiliki prinsip yang sama, yaitu menangkap panas yang dipancarkan oleh objek ukur. Artinya, alat ini bekerja dengan menerima pancaran inframerah dari benda, bukan dengan memancarkan radiasi apalagi laser. Secara alami dan sesuai dengan hukum fisika, setiap benda termasuk tubuh manusia akan memancarkan panas. Panas dari benda ditangkap oleh sensor yang ada di dalam thermogun tersebut. Panas yang terdeteksi oleh sensor tersebut berada pada panjang gelombang sinar inframerah.

Menampik mitos lebih lanjut, sinar inframerah tidak menyebabkan kanker. Sinar inframerah adalah bentuk radiasi tanpa ionisasi, dimana elektron bermuatan lepas dari atom. Elektron bermuatan tersebut dapat merusak DNA pada sel tubuh sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Sinar-X, sinar gamma, dan sinar ultraviolet frekuensi tinggi adalah bentuk radiasi ionisasi yang dapat menyebabkan kanker.

Meski memiliki prinsip kerja yang sama, thermogun klinik dan thermogun industri memiliki rentang ukur dan jarak ukur yang berbeda. thermogun klinik mempunyai rentang ukur 32°-42°C, dengan akurasi sampai dengan 0,2°C. Sedangkan, thermogun industri mempunyai rentang ukur yang lebih besar, sampai dengan 500°C atau lebih, dengan akurasi sampai dengan 1,5°C. Untuk mendapatkan hasil akurat, jarak ukur thermogun klinik disarankan sedekat mungkin dengan tubuh. Umumnya informasi tersebut disertakan di dalam petunjuk manual, yang kisarannya antara 1-10 cm.

Berbeda dengan thermogun klinik, thermogun industri dapat digunakan untuk mengukur suhu dari jarak jauh. Caranya adalah dengan mengarahkan thermogun tepat ke titik pengukuran dengan bantuan laser. Laser merupakan akronim dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation atau amplifikasi sinar melalui pancaran terstimulasi. Beberapa contoh penggunaannya adalah laser pointer untuk presentasi, pembaca/penulis CD/DVD, atau pemotong jaringan pada prosedur pembedahan. Energinya disesuaikan dengan fungsi, semakin besar akan semakin destruktif atau bersifat merusak. Beberapa thermogun industri mungkin saja dilengkapi dengan laser energi rendah, tetapi fungsinya hanya untuk membantu mengarahkan posisi, bukan untuk mengukur suhu benda yang diukur. Sama halnya dengan laser pointer, laser pada thermogun tidak berbahaya untuk otak, meski tetap tidak diperbolehkan diarahkan ke mata secara langsung karena dapat merusak retina. Yang jelas, penggunaan thermogun industri tidak digunakan untuk mendeteksi temperatur tubuh manusia.

Sebagai alat ukur, thermogun harus dipastikan kebenaran pengukurannya, karena akan digunakan tenaga medis untuk mendiagnosis pasien. Sebab kesalahan diagnosis dapat berakibat pada kesalahan treatment. Penggunaan thermogun klinik secara benar tidak membahayakan pasien maupun petugas medis. Adapun, terkait keperluan penerapan protokol kesehatan COVID-19 dipastikan menggunakan thermogun klinik untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih baik daripada thermogun industri.

Sumber:

Heboh, Thermogun Merusak Otak! Ini Penjelasan Lengkap dari Sisi Iptek

Disebut Bahayakan Otak, FKUI: Thermogun tak Pancarkan Radiasi

Thermogun Tidak Boleh Diarahkan ke Dahi?

Are IR Scanners in Phones Bad for Your Eyes?