Kp. kebon Duren Jl. Ciliwung No. 61 RT 001 RW 001 Kel. Kalimulya Kec. Cilodong Kota Depok 16413 Jawa Barat - Indonesia product.support@polymedikal.com (021)-87911526 / 87917166
  • November 04, 2020

Pagar yang Bernama Herd Immunity

Kekebalan kelompok, atau herd immunity, adalah kondisi ketika sebagian besar populasi suatu daerah kebal terhadap penyakit tertentu. Rantai penyebaran penyakit bisa terputus jika daerah tersebut memiliki cukup banyak orang yang kebal terhadap virus atau bakteri penyebabnya. Pada kondisi herd immunity, tidak semua orang harus memiliki antibodi yang kuat. Sejumlah kecil kelompok berisiko tinggi tetap rentan terhadap infeksi, seperti bayi dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Namun kelompok mayoritas yang kebal secara keseluruhan akan melindungi kelompok minoritas yang rentan. Tingkat penyebaran menjadi lebih sedikit hingga akhirnya penyakit berhenti menyebar.


Tubuh dapat membangun antibodi secara alami. Saat terpapar virus atau bakteri, tubuh membuat antibodi untuk melawan infeksi. Setelah pulih, tubuh menyimpan antibodi tersebut sehingga dapat bertahan dari infeksi ulang. Selain patogen asli, paparan vaksin juga dapat membangun antibodi. Vaksin bekerja merangsang sistem imun untuk membangun antibodi dengan membuat tubuh mengira sudah terpapar infeksi, padahal sebenarnya tidak. Meski begitu, antibodi tetap dibentuk. Saat paparan patogen asli muncul, sistem imun sudah siap melawan infeksi.


Virus penyebab COVID-19 yang masih baru, asing, dan belum sepenuhnya dipahami menjadi tantangan utama herd immunity. Jika seseorang belum terinfeksi virus, antibodi terhadap virus tersebut belum ada. Semakin sedikit kasus infeksi, semakin sedikit pasien yang memiliki antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Artinya, orang yang kebal dengan penyakit masih sedikit untuk melindungi keseluruhan kelompok. 


Tantangan lainnya adalah minimnya pengetahuan saat ini tentang antibodi yang terbentuk setelah mengidap Covid-19. Seberapa kuat dan berapa lama antibodi dapat bertahan setelah infeksi masih belum diketahui. Hal ini berpengaruh pada kebutuhan vaksin, apakah setiap orang akan membutuhkan vaksin berkala seperti flu atau sekali seumur hidup. Selama vaksin masih belum tersedia, banyak orang yang harus terkena infeksi dan sembuh dengan antibodi yang terbentuk secara alami sebelum mencapai herd immunity.


Herd immunity dinilai efektif untuk beberapa penyakit. Herd immunity dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit, seperti flu babi, influenza, dan pandemi lainnya di seluruh dunia. Tapi kondisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. Selain itu, herd immunity tidak selalu menjamin perlindungan terhadap semua penyakit. Herd immunity tidak lebih baik dari vaksinasi, karena terdapat beberapa penyakit yang tidak bisa dicegah dengan kekebalan kelompok. Infeksi seperti tetanus ditularkan dari lingkungan, bukannya dari manusia lain, dan untuk mencegahnya dibutuhkan vaksinasi. Fungsi dari herd immunity bukanlah mencegah infeksi pada setiap individu, melainkan menghambat penyebaran penyakit.


Menjaga jarak sosial dan kebersihan tangan saat ini adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Melindungi diri sendiri dari penyakit lebih dianjurkan daripada sengaja mengekspos diri terhadap infeksi untuk membuat antibodi alami. Antibodi alami tidak bisa menggantikan vaksinasi karena resiko saat tertular Covid-19 bisa berakibat fatal bahkan pada orang muda yang sehat bugar. Mencapai herd immunity bukanlah jawaban untuk menghentikan penyebaran penyakit, melainkan pilihan terakhir melawan pandemi.


Sumber:

Herd Immunity: What Is It and Can It End The Coronavirus Pandemic?

Herd Immunity: What It Means for COVID-19